Marawi City Crisis- Philippines

MARAWI CRISIS

 

Marawi City is situated in the ARMM region in Central Mindanao and the heart of Lanao del Sur Province with a population of 210,000 with almost 100% predominantly Muslims. Marawi City is also home to the largest university in the South, Mindanao State University (MSU), hence some Christian settlers are living in the city for employment and study purposes.

In the afternoon of May 23, 2017 (approximately 2:00pm), a group of heavy-armed men, who pledged allegiance to the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), sieged some establishments with the presence of other local culprits escalating to the city and breakaway prisoners freed by the group in the Lanao del Sur Provincial Jail.

This group is fighting in the name of Islam yet attacking the Islamic City causing heavy damage to the safety, security, normal daily routine of the residents of the city. This further created negative image towards Islam especially from the Non-Muslim in the country as proven in various reactions both in electronic, print and social media.

However, this comes with new challenges met along the way. There is a scarcity of foods supply, basic commodities and personal necessity such as clothes. The evacuees fled on a sudden notice, thus, most of the IDPs had nothing but a piece of cloth in their bodies. A big number of the residents had to walk bare-foot for more than 30 kilometres to seek refuge in the nearby areas.

The information gathered by the volunteers which covers four evacuation centres, shows immediate needs of hygienic materials, cooking utensils, sleeping gears, prayer mats and garments, and especially food assistance for Iftar and Suhor. Children and elderlies are suffering a lot from the situation at the evacuation centres due to lack of basic necessities.

Risale i-Nur Collection : Ramadhan & Thanks

In the Name of God, the Merciful, the Compassionate.
It was the month of Ramadan in which the Qur’an was bestowed from on high as a guidance unto man and a self-evident proof of that guidance, and as the standard to discern true from false.(2:185)

 

http://www.islamicinvitationturkey.com/2012/07/21/on-the-month-of-ramadan-bediuzzaman-said-nursi-1873-1960/

Peristiwa Sejarah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan disebut sebagai sayyidush shuhuur (سَيِّدُ الشُّهُورْ). Yang bermakna Penghulu segala bulan, Tuan segala bulan atau bulan yang paling mulia diantara 11 bulan yang lain. Kita sudah banyak mendengar dan membaca bahwa Ramadhan adalah bulan Ibadah, bulan amal Sholeh, bulan Rahmat serta keampunan. Dan sudah banyak dalil yang menceritakan semua itu.

 

Namun ada baiknya kita melihat juga sisi sejarah dari bulan yang Agung ini. Apakah peristiwa-peristiwa sejarah yang pernah berlaku dalam sejarah Islam pada bulan Ramadhan ini, khasnya pada masa kehidupan Baginda SAW? Dengan harapan kita dapat mengambil ‘Ibrah dan pelajaran serta hikmah di sebalik peristiwa sejarah tersebut.

 

Berikut ini adalah sebahagian kecil dari peristiwa Ramadhan yang dirakam oleh Zaman:

 

  1. Turunnya wahyu pertama kepada baginda SAW di Gua Hira, dan bermulalah kenabian dan Dakwah Islam. Ia berlaku pada hari isnin, di Bulan Ramadhan. Sebagaimana di sebutkan oleh Allah SWT: “Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya Al Qur’an” (Al Baqarah, 185).
  2. Meninggalnya Abu Thalib (Pak Cik kepada Baginda SAW) dan wafatnya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid (Isteri Baginda SAW) pada Ramadhan tahun ke 10 Kenabian, iaitu 3 tahun sebelum Hijrah ke Madinah.
  3. Terjadinya peperangan Badar Al Kubra, iaitu pada 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijrah. Dalam Perang itu terbunuhlah beberapa pimpinan Quraisy, diantaranya: Abu Jahal (Amr bin Hisyam), Umayyah bin Khalaf dan al ‘Ash bin Hisyam bin al Mughirah, dan berhala-berhala mereka (laata, Uzza dan Manaat) tidak mampu membela mereka sedikit pun.
  4. Dalam Ramadhan di tahun yang sama (tahun ke 2 Hijrah), meninggal pula putri baginda, iaitu Ruqoyyah binti Rasulullah SAW. Beliau adalah isteri kepada Sahabat Usman bin Affan r.a.
  5. Dalam Ramadhan tahun ke 5 Hijrah, Turunlah ayat yang menyatakan kesucian Ummul Mukminin Aisyah r.a, ke atas apa yang difitnahkan kepadanya. Peristiwa ini dalam sejarah Islam di kenal dengan istilah Hadithul Ifki (berita dusta) dan Al Qur’an merakamkan peristiwa itu dalam surah An Nuur, ayat 11-20.
  6. Peristiwa Fathu Makkah (Pembukaan Kota Makkah) terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke 8 Hijrah. Ketika itu Nabi SAW dan para sahabat keluar daripada kota Madinah pada 10 Ramadhan dan sampai di Makkah pada 19 Ramadhan. Peristiwa Fathu Makkah inilah yang kemudian menjadi permulaan baru bagi kejayaan Dakwah Islam berikutnya di seluruh Jazirah Arab.

 

Demikian beberapa peristiwa penting yang berlaku pada bulan Ramadhan di masa awal Islam dan Kehidupan Baginda SAW. Ada banyak lagi peristiwa-peristiwa lain di sana yang tidak dapat dituliskan di sini. Semoga kita dapat lebih mendalami peristiwa-peristiwa tersebut melalui buku dan sumber rujukan lain, dan dapat mengambil i’tibar serta pelajaran darinya.

Wallahu A’lam.

Bual Bicara Muslimah- Buyutuna Fi Ramadhan

 

Pada 20 Jun 2015 bersamaan dengan 3 Ramadhan 1436H, Bahagian Nisa’ WAMY Malaysia telah menganjurkan program Bual Bicara Muslimah siri kedua dengan topik Buyutuna Fi Ramadhan. Topik yang dipilih adalah bersempena bulan Ramadhan al-Mubarak yang selama ini dinanti oleh sekalian umat Islam di seluruh dunia telah pun tiba. Program ini dihadiri oleh pelajar dan orang awam seramai 22 orang dan diadakan di Masjid Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi.

 

Program Buyutuna Fi Ramadhan ini merupakan program kedua yang diadakan di bawah program besar Bual Bicara Muslimah (BBM) 2015. Program pertama yakni Adam & Hawa, Di Mana Batasnya telah diadakan pada 7 Februari 2015 di Surau Nurul Iman Taman Koperasi Cuepacs Kajang yang mengupas tentang ikhtilat (pergaulan) antara lelaki dan perempuan. Dengan tujuan memberi kefahaman yang lebih mendalam tentang topik atau isu yang dipilih, program BBM 2 ini memilih untuk mengetengahkan topik tentang persediaan menjelang Ramadhan yang mulia.

 

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR Ahmad dan Nasai)

 

Begitulah keistimewaan bulan Ramadhan yang sangat tinggi nilainya buat yang ingin menghargai dan memahami. Atas dasar inilah, pihak NISA WAMY Malaysia menganjurkan program ‘Buyutina Fi Ramadhan’ untuk menyemarakkan lagi semangat dan kegembiraan menjelang Ramadhan. Semoga penganjuran program ini akan membantu para peserta untuk bersedia menghadapi Ramadhan dengan pengisian ilmu yang menarik dan bermanfaat daripada para panelis.

photo1

photo2

photo8

photo9

photo4

 

Nisa’ WAMY

1/7/2015

 

#laálakumtattaqun